
Mereka merupakan manusia yang terbaik dari karya terbaik Tuhan, didik mereka dengan hati dan kasih sayang.
Merupakan wadah untuk mewujudkan generasi Islam yang Rahmatal Lil'alamin, berguna dimanapun, kapanpun dan sampai kapanpun untuk mengabdi kepada Allah yang diwujudkan memberikan manfaat yang terbaik untuk masyarakat.
| MEMBENTUK KARAKTER ANAK |
Hoho, gayung bersambut, berhubung hunting buku parenting gak dapet, eee di milist acesia dapet kiriman artikel bagaimana membentuk karakter anak. Kushare yah, semoga bermanfaat.
Kalau selama ini di rubrik pengembangan diri yang saya tulis lebih banyak mengupas tentang pengembangan diri kita pribadi, maka pada kesempatan ini kita akan belajar bagaimana membentuk dan mengembangkan karakter orang lain, khususnya anak kita sendiri. Ya, karena sebenarnya kualitas kepribadian anak kita merupakan tanggung jawab kita seutuhnya. Apakah anak kita nantinya akan menjadi seorang berandalan, atau seorang yang sukses, sangat ditentukan oleh karakter yang kita bentuk, terutama saat anak tersebut berusia antara 3 hingga 10 tahun. Buat anda yang belum memiliki anak pun, setidaknya bisa menjadi bekal dalam menyiapkan pendidikan karakter buat anak anda.
Nah, pendidikan macam apa yang perlu kita tekankan sejak awal ?
1. Pendidikan keagamaan
Ini adalah hal yang utama perlu ditekankan pada seorang anak ; seorang anak perlu tahu siapa Tuhannya, cara beribadah, dan bagaimana memohon berkat dan mengucap syukur. Tunjukkan buku, gambar, dan cerita-2 yang bisa menginspirasi si anak yang berhubungan dengan keagamaan tersebut.
Jika memungkinkan, ajak anak anda untuk ikut ke tempat ibadah bersama. Semakin dini kita menanamkan hal ini pada seorang anak, akan semakin kuat ahlak dan keyakinan akan Tuhan di dalam diri anak kita.
2. Kualitas input yang diterima
Seorang anak pada usia dibawah 10 tahun belum mempunyai fondasi yang kuat dalam prinsip hidup, cara berpikir, dan tingkah laku. Artinya, semua hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan olehnya selama masa pertumbuhan tersebut akan diserap semuanya oleh pikiran dan dijadikan sebagai dasar atau prinsip dalam hidupnya. Adalah tugas orang tua untuk memilah dan menentukan, input-2 mana saja yang perlu dimasukkan, dan mana yang perlu dihindarkan. Menonton televisi misalnya, tidak semua acara itu bagus. Demikian juga dengan membaca majalah, menonton film, mendengarkan radio, dan sebagainya.
3. Anak adalah peniru yang baik
Ada istilah "Monkey see, Monkey Do" ; artinya seekor monyet biasanya akan bertindak berdasarkan apa yang telah dilihatnya. Demikian pula seorang anak. Anak perlu figur seorang tokoh yang dikagumi, yang akan ditiru di dalam tindakan sehari-harinya. Pilihan utamanya biasanya akan jatuh pada orang tua. Dan seorang anak akan lebih percaya pada apa yang dilihat daripada apa yang dikatakan orang tua. Jadi saat orang tua mengatakan satu nasehat, misalnya jangan tidur malam-malam, tapi orang tuanya sendiri selalu bekerja sampai larut malam, jelas ini bukan cara mendidik yang baik. Ajarkan sesuatu melalui contoh, dengan tindakan kita sendiri, akan membuat anak meniru dan mengembangkannya menjadi suatu kebiasaan dan karakter di dalam pertumbuhannya.
4. No Pain No Gain
Apa yang akan anda lakukan sebagai orang tua apabila anak anda merengek-rengek, bahkan menangis minta dibelikan sebuah mainan ? Ada dua jenis jawaban yang biasanya saya lihat. Jenis orang tua yang pertama biasanya akan langsung membelikan mainan tersebut agar si anak bisa langsung diam dari tangisannya, dan tidak merepotkan orang tuanya
Dalam jangka panjang, sikap seperti ini akan membuat anak mempunyai karakter yang lemah, kurang tangguh, karena sudah dibiasakan diberi apa yang diinginkannya. Jenis orang tua yang kedua, biasanya akan menolak permintaan si anak dengan tegas, mungkin sambil memarahi atau mencuekkan begitu saja. Dalam jangka panjang, si anak akan mempunyai sifat yang acuh, kurang peduli dengan dirinya sendiri, kalau ditanya apa cita-cita atau keinginannya biasanya akan dijawab tidak tahu. Nah, anda sebagai orang tua bisa mencoba menambahkan alternatif pilihan ketiga, yaitu gabungan dari keduanya. Saya mengistilahkan gabungan ini dengan No Pain No Gain. Jadi saat seorang anak meminta sesuatu misalnya, kita bisa memberikannya dengan syarat tertentu. Contoh, seorang anak minta mainan pada kita sebagai orang tuanya, maka kita bisa mensyaratkan ha-hal tertentu sebagai `kerja keras' yang harus dilakukan. Misalnya, si anak harus membantu si ayah mencuci mobil selama sebulan, atau membantu ibu membuang sampah setiap hari, baru kemudian si anak mendapatkan mainan tersebut. System No Pain No Gain ini dalam jangka panjang akan membentuk karakter yang kuat dan tangguh dari si anak, karena mereka sejak kecil sudah dibiasakan harus bekerja dulu baru mendapatkan hasil.
5. Tiga perilaku dasar dalam berkomunikasi
Sejak kecil, seorang anak perlu dididik tiga perilaku dasar dalam komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Yang pertama adalah harus belajar mengucapkan "terima kasih" kepada siapa saja yang sudah memberikan sesuatu kepadanya, yang kedua adalah harus belajar mengucapkan kata "tolong" apabila ingin meminta bantuan kepada orang di sekitarnya, dan yang ketiga adalah belajar mengucapkan kata "maaf" apabila memang bersalah. Kelihatannya memang sederhana, tapi coba lihat, berapa banyak orang yang merasa dirinya sudah dewasa yang terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut ? Kalau anak kita sudah terbiasa mengucapkannya sejak kecil, perilakunya akan lebih menghargai orang lain.
Karakter, kepribadian, dan kualitas seorang anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan input yang diterimanya dari orang tua. Bila orang tua kurang memberikan bimbingan ini secara maksimal, maka peran ini akan diambil alih oleh lingkungan, yang mana bisa memberikan berbagai macam input yang lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Mari, kita sebagai orang tua mulai menyadari kembali peran kita dalam mendidik mental anak kita, agar dapat menjadi manusia yang tangguh. Sukses untuk anda !
Nabi SAW bersabda, “Shodaqoh saggup mengunci rapat 70 pintu kejahatan” shodaqoh itu terbagi menjadi 4 bentuk pahalanya, yaitu :
“Perumpamaan infak/shodaqoh yang dikeluarkan oleh orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, ialah bagaikan sebutir biji tumbuh menjadi 7 butir, dan setiapnya menjadi 100 biji. Allah melipat gandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui”. (QS. 2:261)
Pondok Pesantren As Syari’iyyah lahir karena dilatarbelakagi oleh sebuah keprihatinan terhadap kurangnya kader-kader muda Islam yang memiliki keilmuan dan komitmen penuh untuk mensyi’arkan nilai-nilai Islam secara konprehensif dan menjawab problematika masyarakat. Dan banyaknya potensi-potensi yang ada, terutama di wilayah-wilayah plosok pedesaan, kaum dhuafa,fakir miskin & Yatim Piatu yang minim pembinaan keilmuan dan keterampilan. Tapi karena mereka tidak memiliki biaya dan ruang untuk berkembang, sehingga mereka mengalami hambatan. Walaupun mereka memiliki kemauan yang kuat untuk maju dan berkembang.
Oleh karena itulah Kami melalui Pondok ini ingin merekrut, dan membantu mereka untuk menjadi leader dan mampu menjadi penaung masyarakatnya nanti, sehingga kehadirannya membawa kebaikan, kemaslahatan dan kemajuan masyarakatnya.
Karena itulah kami mengajak Bapak/Ibu Donatur untuk membantu mereka dengan menjadi orang tua asuh mereka untuk PROGRAM BANTUAN BEASISWA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN (B3P) yang kami kelola.
Islam adalah agama yang memerangi kebodohan, islam bukan hanya memberikan solusi tetapi juga mendorong sebuah perubahan besar dan membangun peradaban. Dimulai dari Pendidikan pondok pesantrenlah sebuah perubahan terjadi dan melalui pesantrenlah terciptanya kader-kader muda muslim pewaris para Nabi. Yang akan berjuang menegakkan nilai-nilai Islam Yang Rahmatallil’alam
Maksudnya antara lain :
Tujuannya antara lain :
Kelas ‘Ula
Kelas ‘Ulya
Pelatihan Keterampilan/pemberdayaan kemandirian :
Target belajar :
Masa belajar santri ditargetkan sampai menguasai materi 4 tahun plus 1 tahun PKL ( Praktek Kerja Lapangan – pembinaan langsung masyarakat ).
Jumlah santri :
Target yang dibutuhkan untuk jangka waktu 4 tahun ditargetkan berjumlah 40 santri .
Selama target 4 tahun belum menerima murid baru. setelah 4 tahun kemudian membuka untuk 40 santri baru.
Jangka Pendek
Jangka Menengah :
Jangka panjang :
Total kebutuhan per-bulan Rp. 11.000.000 ,- / bulan
Untuk alokasi dana dalam 5 tahun pendidikan dengan anggaran Rp. 11.000.000 / bulan x 5 tahun (60 bulan), maka jumlah total dana yang dibutuhkan berjumlah Rp. 660.000.000,-
(Enam ratus enam puluh juta rupiah )
Kondisi saat ini jauh dari sempurna/mencukupi karena :
Santri saat ini tidur masih beralaskan tikar di lantai.
Pakaianpun masih diletakan dikardus-kardus mie, karena belum punya lemari.
Kamar pun masih luas, karena belum dibentuk skat-skat kamar.
Belajar masih menggunakan lekar-lekar dari kayu. Karena belum memiliki bangku dan meja belajar.
Hal tersebut di atas memang sangat memperihatinkan, untuk itu kami memohon bantuan dan dukungannya Bapak/Ibu /Saudara.
Berharap keikhlasan dan pertolongan Allah SWT, semoga perjuangan ini mendapat ridho Allah SWT dan dukugan kita semua.
Untuk mendukung program yang mulia ini.
HANYA dengan menjadi orang tua asuh mereka tiap bulan :
1@Rp. 50.000,-
2@Rp. 100.000,-
3@Rp. 200.000,-
berarti anda telah berpartisipasi mewujudkan generasi -generasi penerus para Nabi.
melalui :
1. Transfer Bank BRI Cab. 1173 KCP Universitas Terbuka
Rek. 1173-01-000276-50-8
Jalan Cabe V Gang Kelapa Rt. 02/05 No. 27 Pondok Cabe Ilir Pamulang. BANTEN 15418
Telp. 021-74710360
Hp. 0856 1622429
E-mail.laskarqurani@gmail.com
webblog. http:/karaktersyahvie8.blogspot.com/